yang tidak pernah sama
10:49 PMWaktu mulai berjalan ketika hentakan kaki tidak berirama.
Banyak saya lihat anak-anak camar terbang kesana kemari memulai mencari dimana tempat indah yang mungkin bisa mereka naungi. Saya hanya sedikit bagian dari camar yang mungkin tidak berwarna putih lagi.
Satu sosok camar menari !
Bersama merak putihnya melintasi laut yang berisi ikan-ikan yang ‘mungkin’ berwarna-warni. Sesekali singgah pada pohon camar. Memberi cendramata lalu kembali menari melihat sang merak. Dan sesekali lagi singgah pada pohon camar.
Waktu hentakan saya mulai mengeras.
Sosok camar menjadi semakin jelas. Dan waktu tidak membuatnya buram atau kusut.
Saya mungkin hanya sedikit bercerita mengenai waktu, saat anak-anak camar bergembala melihat merak putih dalam sosok gagak hitam yang mungkin juga merupakan bagian ilusi.
Sosok yang mungkin hanya saya yang memandangnya menjadi kelam.
Saya tidak pernah meminta untuk menjadi bagian dari kelompok camar yang tidak berwarna.
Mungkin lebih indah menjadi kenari-kenari kecil yang berwarna hijau. Dan terbang dengan rombongan sayap-sayap elang.
Tanpa harus berdiam pada sebuah pohon camar tak berakar.

0 comments