pena hujan

10:38 PM

Ruang hujan membatasi saya untuk bergerak.
Melewati satu persatu bagian yang tidak pernah ingin saya lewatkan sama sekali.
Membuat bagian cerita seperti rantai hidup yang sebenarnya berkaitan satu sama lain.
Saya beranjak dari kasur, melihat kembali pada sebuah jendela dimana saya ingin melihat dunia lebih luas. Merasakan sejuknya udara yang mungkin tidak akan saya temukan dalam kepenatan otak yang telah merajai setiap harinya.
Dalam baris-baris kata singkat saya menyapa. pada sebuah titik ataupun koma yang mungkin tidak memiliki arti oleh beberapa orang yang lalu.
Dan senyummu terlihat, marahmu terlihat . .
Sedikit bagian dalam dirimu yang ingin aku ungkapkan dan keluarkan pada sebuah coretan-coretan singkat buku gambar.
Seperti kalimat yang akan mengalir dalam barisan-barisan kata atau kalimat yang mungkin akan tercipta pada waktu-waktu berikutnya.
Dan saya pun akhirnya tersenyum.
Melihat sentuhan itu tidak lagi bepatok dan berpijar pada lampu usang yang telah ditinggalkan.
Mendengar sapaan itu bukan lagi hal luarbiasa yang perlu saya takutkan untuk menghadapi haru berikutnya.
Merasa bahwa saya akan lebih kuat dengan hari selanjutnya walau dengan baris kosong.
Dan hujan tidak lagi membatasi saya untuk tersenyum, menangis, marah atau tertawa..
Bahkan telah memberiakan saya ruang gerak untuk kembali melukis pelangi yang telah pudar dengan pelangi baru :)

You Might Also Like

0 comments

Angka Keberuntungan !