Kemarin, Besok, Hari ini

11:38 AM

"Mulai dari mana ya?"
kalimat mu malam itu, terlalu larut untuk memulai sesuatu yang sebenarnya saat ingin kita akhiri.

Benar saja.
Kali ketiga kamu kembali setelah kepergianmu sekian tahun.
Kamu tidak berubah.
Hanya waktu membawamu lebih jujur dan terbuka.
Mungkin dia mampu.
Membawamu sampai titik didih dimana kamu menjadi lebih percaya.
Untuk bercerita
Berbagi
Bersenandung

"Kamu kemana saja? Aku seperti orang bodoh kemarin. Kamu tetiba saja menghilang !"
aku berseru padamu, tidak secara langsung tapi langsung seperti yang aku rasakan.

Kamu bilang, kita harus berubah
Aku berubah
Lebih banyak, walau dengan sedikit cerita dirimu yang sebenarnya aku lihat dari rumahku
Kamu berkelana dengan dia
Jauh, sampai batas yang mungkin hanya ada kamu dan dia
Besok pun aku masih menunggu
Cerita itu
Yang tidak pernah kamu ceritakan awal mulanya

"Saya hanya takut, rasa bersalah seperti kemarin terulang lagi"
sekali lagi kamu berkata hari ini

Apa yang akan terulang?
Kalau kita saja tidak pernah memulainya
Kemarin biarlah menjadi kemarin yang membuat lebih dewasa
Aku dan kamu tidak ada kesempatan untuk mejelaskan nya hari ini
Sudah terlalu ranting yang patah
Akar yang tak lagi mengakar
Biarlah hari ini menjadi awal
Yang entah akan terbangun seperti apa
Dan besok
Tetap menjadi misteri

Mungkin besok akan dinikmati dia
atau pula mereka
Tidak ada yang tahu
Yang aku tahu hanya -- kamu kembali


You Might Also Like

0 comments

Angka Keberuntungan !