Surat Cinta
8:08 PMDear You,
Kali ini ingin sekali aku menulis. Menulis kalimat yang bukan
hanya mulutku saja yang mampu mengucapkannya. Tetapi membawa pena
menari-nari pada kertas kosong.
Hari ini kembali ku bertemu
dengannya. Dari semua pertemuan singkat kita, rasanya kali ini
benar-benar aku ingin menyapamu. Rasa rindu yang mungkin sudah terlalu
lama memendam, tapi kalah oleh rasa malu.
Mencium aromamu pagi ini, menaikkan bulu kudukku.
Ada rasa ingin memelukmu, mendekap hangat aroma tubuhmu yang sangat ku kagumi.
Kusediakan
kursi kosong disebelahku pagi ini, kuharap kamu sedikit saja berpaling
ke arahku dan memilih kursi disebelahku. Tapi tidak. Pagi ini lagi-lagi
aku gagal untuk berbicara lebih bnyak, mengenalmu lebih banyak. Dan pagi
ini hanya aromamu kembali yang dapat ku kagumi.
Pernah aku berpikir apakah ada cara lain untuk menyapamu. Selain
di kereta tempat kita saling menunggu untuk sampai ketempat tujuan
masing-masing. Selain di peron-peron kereta tempat kita sama-sama
mengantri untuk pergi dan memilih tujuan selanjutnya.
Memandangmu sudah menjadi kebiasaan rutin pagiku. Mencari-cari sosok yang kurasa jauh namun dekat.
Entah pagi ini aku yang sedikit terlambat atau mungkinkah kamu
yang lebih dulu sampai. Kulihat bangku kosong disebelahmu, tanpa pikir
panjang ingin sekali aku memilih bangku itu, dari 3 bangku kosong
lainnya yang kulihat.
Sekilas kulihat kamu melirik kearah ku untuk
sekian detik. Ada tatapan kamu ingin aku duduk disana. Dibangku kosong
sebelahmu. Harapku. Tapi entahlah mungkin saja aku yang telalu berharap.
Dah akhirnya cepat saja aku terduduk dibangku terdekat dan
layaknya hari kemarin, kemarin dan kemarin dan kemarin. Aku hanya bisa
menikmati aromamu dari tempatku, sambil berharap diberikan kesempatan
untuk menyapamu, mengenalmu lebih dekat, dan tersenyum denganmu.

0 comments