For My Dearest Mom....

9:24 PM

Ia adalah seorang wanita sempurna dimataku... Ia begitu tangguh, begitu kuat, begitu sabar, begitu teliti, begitu penyayang...
Semua orang dapat melihat sosoknya yang istimewa, yang luar biasa. Tapi tak semua orang akan menyadari betapa ia benar-benar berharga, betapa ia benar-benar luar biasa. Bahkan terlalu luar biasa untuk dilihat sebagai orang biasa...

Aku mengenalnya seumur hidupku.. sampai saat ini tak banyak yang dapat kulakukan untuknya. Untuk idolaku, untuk seseorang yang benar-benar aku banggakan. Seseorang yang bahkan kebaikan dan ketulusannya tak pernah bisa aku gantikan. Aku masih belum bisa membahagiakannya. Ia adalah ibuku...

For my dearest mom....

Mama... begitu adalah panggilan yang biasa kupanggil untuknya. Bunda, ketika aku ingin bermanja dan meminta sesuatu kepadanya, Mami, ketika aku sedang iseng, atau Tante ketika aku sedang meledeknya. Ya, hubungan kami tak hanya sekedar sebagai seorang ibu dan anak. Kami seperti teman, curhat, saling meledek, jalan-jalan, atau bahkan menasehati.

Mama seorang yang luar biasa bagiku, sangat luar biasa. Dan aku adalah seorang anak yang terlalu malu untuk mengakui keluarbiasaan seorang mama. Mama ku adalah seorang yang manja, narsis, lebay, overact, mudah khawatir, dan panikkan tapi ia juga seorang yang tangguh, berani, penyayang, sabar, ikhlas, jago masak, supel dan rela melakukan apapun untuk keluarganya.

Mama bagaikan seorang superwomen bagiku.. Ia bahkan dapat mengangkat galon aqua dengan kekuatannya sendiri, ia tak pernah berhenti bekerja merapikan rumah, memasak, mencuci bahkan menjaga keluarganya setiap hari. Dari pagi hingga malam.

Mama adalah sosok seorang fashionista terbaik bagiku, apapun yang dikenakannya aku tetap melihat ia cantik. Ia juga seorang koki handal bagiku, seluruh masakannya benar-benar lezat untukku. Tak ada yang sebaik dirinya. Dan aku benar-benar menyayanginya.

Mungkin tak ada yang sangat istimewa yang dapat orang lain lihat dalam dirinya. Tapi aku melihat begitu banyak hal istimewa itu. Aku tergolong anak-anak yang cukup dekat dengan mama ku tapi aku tetap merasa aku memiliki jarak dengannya.

Mengungkapkan perasaan sayang, perasaan bersalah adalah hal yang sulit dikeluargaku. Aku mengakui, disini, dirumah kamiterlalu banyak perasaan gengsi. Aku bahkan baru merasakan mencium kedua pipi mamaku ketika aku mulai terpisah dengannya. Ketika aku mulai tinggal sendiri saat kuliah. Aku baru berani mengatakan aku sayang padanya hanya lewat sms, dan itupun aku lakukan pertama kali saat aku mulai mengikuti SNMPTN, ketika aku meminta doanya.

Aku tau, aku bahkan belum pernah membahagiakannya, walaupun untuk hal yang sangat kecil. Tapi aku yakin, mama masih sabar untuk menunggu hari itu tiba. Hari dimana aku akan benar-benar membahagiakannya.
Aku tau, aku terlalu sering menyakiti perasaan mama,  terlalu sering mengacuhkan setiap perintah atau permintaan mama, terlalu sering mengabaikan perasaan mama dan tak pernah sekalipun aku benar-benar meminta maaf padanya.

Maaf ma...
Maaf tak berujung yang ingin ku sampaikan.
Maaf karena sering tak mendengar ucapanmu, tak pernah menelepon lebih dulu hanya untuk menanyakan kabarmu...
Maaf untuk menutup teleponmu lebih dulu, berbicara keras padamu, kesal dengan ucapanmu...
Maaf ma untuk hari-hari berat yang pernah mama lalui untuk aku, tapi mama selalu sabar...
Maaf karena terlalu sering meminta padahal aku tak pernah sekalipun memberi...
Maaf karena tidak membantumu mebereskan rumah, bertengkar dengan adik-adik..
Maaf karena aku terlalu gengsi untuk mengatakan aku menyayangimu..
Maaf karena aku tak pernah meminta maaf untuk semua salahku...

dan Terima Kasih...
untuk semua kasih sayang yang tak pernah habis, kesabaran yang tak pernah mati, dan hati yang begitu megah untuk tetap menjaga namaku dihatimu...

You Might Also Like

2 comments

Angka Keberuntungan !