Teruntuk : Kamu
12:01 AMSudah terlalu banyak kalimat yang mungkin aku persiapkan untuk aku tanyakan padamu. Yang nyatanya sampai saat ini pun tak mampu ku utarakan satu kalimat pun. Mungkin aku sudah melupakannya...
Tidak ! Jelas tidak. kalimat itu masih saja mengambang dan tetap membuatku penasaran untuk bertanya.
Tapi nyatanya sampai saat ini pun tetap percuma. Aku sudah menyerah. Bukan apa-apa, hanya saja semua itu kurasa sudah cukup untuk ku akhiri.
Yang dapat kulakukan saat ini hanya diam, melihat dan menunggu.
Ya ! Menunggu.
Menunggu seseorang lainnya yang mungkin datang untuk sedikit saja megobati rasa sakit yang kamu pernah berikan. Rasa sakit yang mungkin tidak pernah kamu sadari yang pernah kamu berikan tanpa sengaja padaku. Bukan mengobati mungkin, lebih tepatnya membenahi. Membenahi sedikit saja ruang yang sudah ku persiapkan untuk ku jamu seseorang yang benar-benar ingin singgah tapi kau rusak tanpa kau sadari. Ku yakin kau tak sadar.
Bukan sepenuhnya kesalahanmu memang. Aku yang terlebih dahulu mungkin salah menafsirkan sesuatu. Aku yang terlalu senang sehingga terbawa oleh rasa nyamanku dan lupa dengan batas yang pernah kita sebutkan sebelumnya. Bukan kamu ! Ya. Aku yang dengan jelas menyebut batas itu, aku yang bersikeras bahwa aku sudah percaya tidak akan terjadi apa-apa diantara kita. Batas yang kita sebut "Teman"

0 comments